Mengapa Kita Harus Mengikuti Ujian ?
...
Pada saat penerimaan raport semester pertama anak saya, kulihat ada dua mata pelajaran terpampang dengan nilai yang tidak sedap dipandang mata. Hanya saja warnanya tidak merah seperti pada jaman aku sekolah dahulu. Warnanya menjadi hitam, tetapi ia sama kualitasnya dengan warna merah di raport jaman dahulu. Tetapi nilai itu memang sudah aku perkirakan sebelumnya, apa pasal ?. Pada saat ujian semester berlangsung, dua mata pelajaran itulah yang tidak diikuti oleh anakku.
...
"Abi, kenapa sih kita perlu mengikuti tes (ujian) ?" begitulah pertanyaan anakku yang baru kelas 1 SD, ketika kusampaikan kenapa nilainya kurang bagus. "Anakku, jika kita mampu menjawab soal-soal dalam ujian semester, maka kita berarti telah mampu mengikuti pelajaran. Di akhir semester depan ujian lagi dan Aida bisa menyelesaikannya, maka Aida bisa naik kelas".
...
Bssssss..... tiba-tiba aku merasakan sesuatu memenuhi emosiku. Sesuatu yang menjelaskan betapa selama ini aku sering mengeluh terhadap ujian-ujian kehidupan. Tidak terima dengan keadaan sering hadir mengiringi setiap keputusan Tuhan. Terlena dengan ujian kesenangan yang selalu kuterima sebagai sebuah keharusan. Terlempar dalam keputus asaan di saat banyak hal terjadi tidak sesuai dengan keinginan. Terjatuh dalam kehinaan di saat keburukkan aku anggap sebagai sebuah pemakluman.
...
Pertanyaan Anakku memberikan kejelasan betapa rapuhnya aku menghadapi kuatnya terpaan kehidupan. Pertanyaan anakku menggambarkan betapa aku tidak memahami pelajaran-pelajaran kehidupan. Pertanyaan anakku menyadarkanku bahwa selama ini aku tidak mau untuk meningkatkan "kelas" kehidupan melalui ujian yang harus kujalani. Aku ingin memiliki kehidupan yang lebih baik, siang malam kuberdoa agar hal tersebut bisa tercapai. tetapi kita Tuhan berikan kesempatan melalui sebuah ujian, aku terpuruk dan kalah sebelum aku bisa menyelesaikan ujian tersebut. Ya... Allah... berikan aku ujian, jika itu mampu memberikan "kelas" terbaik bagiku.
...
Ujian kehidupan bisa berupa apa saja, apakah itu kesenangan maupun kesedihan. Ketika ada sebuah kesadaran yang baik terhadap ujian kehidupan yang kita terima, maka pada saat yang sama ada potensi besar kita bisa merasakan kebahagiaan setara dengan penderitaan yang kita peroleh. Maka hanya orang-orang yang cerdas saja yang memaknai ujian dan penderitaan sebagai sebuah tantangan dan menjadikannya sebagai sebuah peluang untuk meningkatkan kualitas kehidupannya. Kekurangan rezeki adalah sebuah peluang kita untuk bekerja keras menambah rezeki yang sebenarnya telah disediakan Allah kepada kita. Kehinaan yang kerap hadir dalam keseharia kita adalah sarana kita untuk memperoleh kemuliaan dengan tidak menghina dan mencaci orang-orang yang pada hakikatnya lebih terhina.
...