Rabu, 11 Februari 2009

perjalanan

Perjalanan Panjang Yang Tak Lagi Panjang
....
Ketika hendak pulang kampung dengan sepeda motor untuk yang pertama kalinya, beribu keraguan terus saja menyelimuti keputusanku. Ketidakpercayaan untuk menempuh perjalanan sejauh 450 kilometer, hampir saja meruntuhkan keinginan melewati sebuah pengalaman baru. Ketakutan akan berbagai bahaya dan aral melintang dalam menyisiri beberapa propinsi di pulau Jawa ini, mampu mengantarkanku pada kebimbangan terhadap perencanaan yang telah tersusun. Perasaan sangsi atas kemampuan berkendaraanku sendiri, terus mengimbangi kualitas teknis yang teruji di hadapan polisi ketika aku mengikuti Ujian memperoleh SIM.
...
Tetapi tekad telah terhunjam, keputusan telah final dan keinginan untuk melakukan hal baru telah tertanam kuat dalam obsesiku. Perjalan ini memang bukan hal yang sangat luar biasa bagi kebanyakan orang, tetapi bagiku inilah perwujudan sebuah motivasi. Aktifitas ini terkesan tidak memiliki makna apapun selain terkesan "nekad" tapi bagiku kapan lagi kita belajar untuk menghadapi rintangan secara jantan dan tidak terus lari dari kenyataan. Berkendaraan dalam perjalanan jauh dengan sepeda motor memang tidak direkomendasikan oleh "pihak berkepentingan", tapi bagiku dengan membawa motor ini ke kampung maka dalam sekian hari dan pekan akan bermanfaat menunjang mobilitasku.
...
Setelah memantapkan diri untuk melakukannya, maka kususun sebuah strategi agar dapat kulalui perjalanan yang panjang ini. Sebuah perencanaan yang mampu menyelesaikan rute ini dengan kondisi yang tetap stabil untuk mengimbangi beban konsentrasi yang harus tetap dijaga. Sebuah langkah jitu yang tetap memberikan energi agar tujuan dari aktifitas ini bisa tercapai. Dan sebuah hitungt-hitungan agar apa yang telah direncanakan tidak sia-sia dan berakhir dengan kekonyolan.
...
Yapp.... ketemu... kutemukan sebuah strategi, perencanaan dan langkah yang jitu. Konsep ini cukup berada dalam pikiranku, tanpa perlu tertulis dalam sebuah rangkaian kalimat. Jalan keluarnya juga cukup singkat sehingga tidak perlu untuk tersusun dalam sebuah "flow chart" yang rumit. Ya.... perjalanan panjang ini ternyata tersusun atas perjalan-perjalanan pendek yang bersambung dan berurutan. Ya ternyata perjalanan yang aku lakukan hanyalah perjalanan pendek berjarak 1 kilometer yang bersambung sebanyak 450 kali. Aku hanya perlu melajukan motorku untuk jarak 10 kilometer yang bersambung hingga 45 kali. Dan aku cukup mengendarai motor sahajaku sepanjang 45 kilometer lalu beristirahat dan kulanjutkan lagi hingga sepuluh kali istirahat.
...
Dalam hidup banyak hal-hal besar yang ingin kita rengkuh hingga ia menjadi bagian dari apa yang kita sebut sebagai perjalanan hidup. Cita-cita melambung setinggi langit seperti yang diajarkan para generasi pendahulu menjadikan ia kadang beririsan dengan khayalan semu yang tidak pernah kunjung datang. Harapan-harapan kebaikan terasa silih berganti mengiringi kepedihan yang kerap mendekati bahkan memeluk kita secara erat-erat. Dan para motivator di negeri ini terus memprovokasi kita untuk terus merajut asa yang tercerai berai oleh ketakutan yang terus mengiringi kita. Bahkan sebagian orang membayar dengan materi secara berlebihan terhadap apa yang mereka sebut sebagai mimpi.
...
Akhirnya banyak dari sekian manusia yang kehabisan energi untuk merengkuh kebesaran dengan menurunkannya sebagai kehidupan yang realistis. Cita-cita yang telah dilambungkan ia tarik kembali dalam sikap oportunis yang pragmatis. harapan-harapan kebaikan ia bungkus dengan stigma khayalan dalam sebuah pepesan kosong. Dan para motivator yang biasa dikonsumsi inspirasinya ia tempatkan jauh-jauh dalam lubuk hatinya sembari berkata "Ah Omong Kosong".
...
Pada hakikatnya semua bisa tercapai dengan tahapan-tahapan yang mampu dan bisa kita kerjakan. Hal-hal besar yang ingin kita rengkuh, sejatinya merupakan akumulasi hal-hal kecil yang secara konsisten terus kita perjuangkan, hingga ia kemudian membesar dan menjadi sesuatu yang terjadi dalam hidup kita. Cita-cita yang melambung itu pada hakikatnya rangkaian keinginan-keinginan kecil yang tersusun secara rapi dan berkelanjutan hingga membentuk garis lurus ke atas. Harapan yang terkesan muluk pada dasarnya merupakan sekumpulan hasrat yang terus terpendam dan menghujam dalam hati untuk kemudian diteruskan sebagai sebuah energi besar untuk menggapainya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar