Menyesal selalu di belakang, begitulah yang sering kita dengar dalam banyak
kesempatan. Sebagaian besar fenomena kehidupan memang selalu menunjukkan bahwa hal tersebut benar adanya. Hanya saja, sepertinya perlu kita lakukan sebuah antisipasi sehingga bukan lagi "menyesal selalu di belakang" tetapi menjadi "menyesallah didepan sebelum sesal itu terjadi.
.. Menyesal di belakang adalah menggambarkan keadaan orang yang tidak mau belajar dari berbagai hal, karena dalam kehidupan ini kemungkinan apa yang terjadi sudah bisa diperkirakan melalui hukum sebab akibat. Menyesal di belakang mencirikan sang pelaku sebagai orang yang tidak mampu berfikir jauh ke depan melalui sebuah aksi antisipasi. Menyesal di belakang menunjukkan mahluk yang menjalani sang waktu tidak mau mendengar dari kisah-kisah yang lalu lalang terlintas dalam dentang masa yang berjalan. Menyesal di belakang merupakan kisah konyol yang kadang sering kita lakukan sebagai wujud buruknya manajemen diri.
.. Menyesal sebelum sesal itu datang menjadikan sang pelaku selalu membaca sejarah masa-masa silam yang penuh dengan liku-liku kisah tanpa perlu kita bertaruh dalam kalah dan menang. Menyesal sebelum sesal itu datang membuat sang diri selalu melihat fenomena alam yang bertandang setiap kesempatan dalam pertarungan sebab dan akibat. Menyesal sebelum sesal itu datang melahirkan sang jiwa untuk selalu mendengar kabar-kabar masa depan yang tersedia tanpa harus berjudi dengan sang waktu. Menyesal sebelum sesal itu datang memunculkan sanubari yang selalu mawas diri untuk bisa meraih kemenangan jangka panjang dari hanya sekedar kenikmatan sesaat yang melenakkan.
.. Maka menyesallah sebelum sesal itu datang, sehingga jangan sampai kita mengatakan "menyesal selalu di belakang. tetapi perlu juga kita renungkan tidak semua menyesal di belakang. Kisah berikut bisa menjawabnya ; serombongan orang berjalan di malam yang gelap, karena melewati pematang sawah maka rombongan berjalan berbaris satu-satu. Tiba-tiba ada lobang besar menghadang dan orang yang terdepan-pun terjatuh masuk lubang penuh lumpur tersebut, maka berkatalah ia " saya menyesal di depan". Ada satu lagi yang menunjukkan bahwa menyesal-pun bisa terjadi sebelum kejadian. Rasakanlah betapa menyesalnya kita ketika hendak bersin, tiba-tiba tidak jadi bersin. Maka menyesallah kita kenapa tidak bersin sebelum kejadian bersin itu terjadi. Maka menyesallah sebelum sesal itu datang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar