.
Masa terus berjalan dan tidak terasa kita sudah di ujung bulan Dzulhijah, artinya inilah hari-hari terakhir kita menapaki rentetan peristiwa di tahun 1429 H. Berbagai kesempatan kita disuguhi kenangan peristiwa-peristiwa masa lalu (1 tahun terakhir) dengan harapan bisa mengingatkan apa yang terjadi. Tujuan awal dari semua memanglah baik, yakni semua peristiwa tersebut bisa memberi pelajaran untuk persiapan di masa mendatang. Maka dari berbagai ruang kehidupan kita sangat penuh opininya tentang berbagai kejadian dan peristiwa selama satu tahun terakhir. Dari berbagai sisi, kita disodori berbagai peristiwa baik yang menggembirakan dan lebih banyak lagi peristiwa yang menyedihkan terjadi.
.
Tak terasa pengungkapannya terlalu berlebihan, melewati batas-batas sewajarnya sebuah berita. Kabar buruk dari sebuah kisah menjadikan otak kita penuh dengan kebencian terhadap segelintir orang yang secara langsung dan tidak langsung sebagai penyebab dari apa yang terjadi. Peristiwa yang menyedihkan menjadikan kita semakin nyaman dengan kemapanan yang sedang dinikmati dalam kemudahan di sebuah aktifitas. Kejadian kriminalitas yang menimpa orang lain, membuat kita semakin nyaman dalam fasilitas dan sistem yang kita bangun dalam memperkuat keamanan pribadi. Bahkan kesuksesan seseorang-pun kita bangga-banggakan tanpa tahu apa yang harus kita kerjakan dalam meraih sebuah kesuksesan. Rangkaian bahagia membuat kita tidak mau bersusah-payah dalam mengarungi kehidupan dan akhir sebuah cerita yang bahagia membuat kita menutup diri untuk melakukan itu dari hal yang paling sulit dan langsung terjebak dalam aksi praktis. Akhirnya ketika pengungkapan itu berlalu dan kita berhadapan dengan sebuah realitas kehidupan kesenderian kita, maka kita tertunduk dan mengeluh tentang capaian-capaian kita sendiri. Kita kalah dalam pertarungan yang terjadi dalam ruang diri kita yang seharusnya bisa kita menangkan. Dan akhirnya kita berkata, mengapa orang lain bisa berbuat seperti itu ?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar