Rabu, 24 Desember 2008

Kebun Binatang

.
Sejak dahulu kala hubungan manusia dengan binatang sudah terjalin sangat erat. Begitu eratnya jalinan itu hingga Mbah Darwin dengan rela bahwa kehadirannya ke muka bumi ini berwal dari seekor binatang. Pola hubungan itu terus terpelihara hingga puluhan bahkan ratusan tahun. Dalam berbagai kesempatan, teori basi itu masih saja dipertahankan oleh ilmuawan yang mungkin belum menerima wacana tanding yang bisa diperdebatkan.
...

Mungkin sebagian orang juga tidak mengenal evolusi, tetapi perilaku kita di masyarakat tetap menunjukkan bahwa, dengan adanya persamaan-persamaan yang dimiliki oleh binatang, menjadikan teori ini sedikit memiliki ruang untuk tetap berkembang. Secara langsung dan tidak langsung banyak sikap-sikap kebinatangan tetap kita lakukan, atau minimal label-label kebinatangan masih terus diungkap dalam banyak kesempatan. Dalam banyak hal binatang diposisikan pada sesuatu yang negatif, bahkan hina sekali sampai-sampai tidak berperikebinatangan. Walaupun ada juga ungkapan yang positif masih bisa kita temui dalam beberapa phrase.
...
Sikap dan perilaku buruk manusia-pun tidak luput dihubung-hubungkan dengan binatang. Padahal tidak ada kesalahan sedikitpun yang dilakukan dalam kehidupan mereka. Mereka hanya menjalankan nafsu yang telah Tuhan titipkan kepadanya, Whats Wrong ?. Renungkanlah label-label seperti buaya darat, lintah darat, kumpul kebo, tikus politik, politik dagang sapi, kucing dalam karung, kerbau dicocok hidungnya, kambing hitam, muka badak, kura-kura dalam perahu, bunglon, musang berbulu ayam, raja singa, ayam kampus, kupu-kupu malam, bajing loncat, kutu loncat, babi ngepet, otak kerbau, otak srigala dan masih banyak hal lainnya yang tidak bisa diungkapkan. Sekali lagi apa salah mereka sehingga diungkapkan dengan asosiasi yang negatif, walaupun ada sesuatu yang melegakan pula bagi para binatang dengan phrase Merpati tak pernah ingkar janji dan kuda hitam.
...
Artinya pada posisi ini manusia telah berbuat dzalim kepada binatang, sehingga jangan heran jika setiap liburan datang kebun binatang ramai dengan manusia. Semua orang merencanakan jauh-jauh hari untuk mengisi liburannya dengan ke kebun binatang. Mungkin salah satunya mau meminta maaf karena terlalu sering menyalahkannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar