Rabu, 21 Januari 2009

beda

Apa Bedanya Antara Kurang dan Lebih
...
"Kamu mah udah enak hidupnya, punya istri yang cantik, anak-anak yang lucu, kendaraan dah lunas, rumah dengan isinya yang cukup lengkap" Begitulah sang teman mengkomentari keadaanku. Ucapannya memposisikan aku sebagai orang yang paling bahagia di dunia, sementara baginya adalah masih dalam angan belaka. Mungkin hal itu muncul karena ia berada di posisi yang agak berbeda dengan keadaanku. Padahal kita sama-sama kerja satu kantor dan memulai lintasan karir yang hampir sama.
...
Dirinya mungkin belum memiliki keberuntungan sperti yang aku peroleh. Bujangan, tinggal di kos-kosan, naik bis kota setiap hari dan memiliki cadangan keuangan dengan nominal tabungan yang selalu lebih rendah dari gaji bulanan yang ia terima. Sepertinya aneh memang dengan lintasan karir yang sama dengan beban tanggung jawab yang berbeda, tetapi nyatanya tidak "seideal" yang dibayangkan dari sisi materi dan imateri.
...
Dalam banyak kesempatan, kita sering memandang "lebih" orang lain. Kita melihat orang lain lebih sukses, lebih bahagia, lebih senang, lebih kaya dan lebih baik. Padahal sejatinya kondisinya akan sama dengan keadaan dari "si pengiranya". Kita merasa orang lain sukses terhadap suatu pekerjaan, padahal orang tersebut masih terus saja berjuang untuk meraih kesuksesan selanjutnya. Orang lain terlihat lebih bahagia memiliki pasangan yang ideal secara fisik, tetapi kebahagiaanya akan terus dicari setelah bertemu dengan keindahan tubuh pasangannya.
...
Kita mengira orang akan senang dengan mobil dan rumah mewah yang ia miliki, namun kesenangannya tidak akan berhenti tatkala kemudahan materinya bisa membeli yang seba mewah tersebut. Jangan pula mengira orang yang kaya telah merasa cukup dan puas dengan apa yang diperolehnya, boleh jadi kondisinya justru lebih "serakah" lagi untuk terus mengumpulkan pundi-pundi materinya. Orang yang kita anggap lebih baik, justru dalam kondisi merana karena ketidakmampuannya untuk mengendalikan dirinya, tidak seperti kesuksesannya mengendalikan orang lain. Jadi, antara yang kurang dan lebih akan dirasakan sama jika pemaknaan kita juga sama terhadap sesuatunya. Anda pilih kurang atau lebih?
...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar