Karena Sesuatunya Tak pasti, Berarti Mungkin
...
Dalam sebuah perjalan dari Purwokerto menuju Jakarta, hujan lebat mengguyur awal perjalananku. Sejak keluar rumah, jas hujan yang aku kenakan telah berjuang melindungiku dari terpaan air dan angin. Motor yang aku kendarai beberapa kali harus bersiaga terhadap lubang dan kondisi jalan yang terkadang licin. Satu jam perjalananku, dilalui dengan jarak pandang yang terbatas. Semakin lama waktu berputar hujan semakin deras mengguyur. beberapa kali terfikirkan olehku untuk menghentikan perjalanan dan kembali ke rumah.
...
Asa yang telah terhujam dipermainkan dengan kondisi yang tidak bersahabat. Seakan hujan terus saja mengiringi perjalanku ini. Kekhawatiran menyeruak mengikuti perjalanan 450 kilometer yang harus kutempuh. Keadaan memaksaku untuk berfikir kapan keadaan hujan ini akan mereda. Mungkin justru bertambah deras dengan terpaan angin yang semakin kencang. Hujan... hujan... dan hujan tanpa henti.
...
Di kesempatan lain, aku harus menempuh perjalanan darat dari Mamuju ke Mamuju Utara. Mobil yang kutumpangi harus terus waspada menyelusuri jalan jelek sejak meninggalkan ibukota Propinsi Sulawesi Barat Ini. Perjalanan yang hanya menempuh 200-an kilometer ini ternyata menyita waktu sekitar 11 jam. Jalur tebing yang rawan longsor, menghiasi poros Sulawesi yang belum tertata benar pegerjaannya.
...
Hutan, kebun dan hutan lagi, terus saja menjadi pemandangan yang tak pernah berhenti dalam perjalanan menuju kabupaten paling utara di Sulawesi Barat. Kesunyian demi kesunyian terus saja terhampar di kiri dan kanan mobil yang aku tumpangi. Keraguan merasuk dalam benakku, kapan pemandangan ini akan berakhir. Dunia dipenuhi oleh hutan dan kebun tanpa berpenghuni. Seolah tidak ada dunia lain yang kutemui di pulau yang baru pertama kali aku jamah ini. Hutan.... Hutan.... dan hutan tanpa kehidupan.
...
Mungkin kita sering menghadapi berbagai hal yang menurut kita lama hal itu berakhir. Permasalahan ataupun hal-hal yang kurang menyenangkan serasa terus terjadi dalam kehidupan kita. Seolah-olah tiada akhirnya dan itu membuat kita terus merasa tersiksa dan tak berdaya. Padahal jika kita bersemangat dalam aktifitas, kita bersabar dalam menjalani, kita fokus terhadap tujuan yang telah tertancap, maka kita akan temui harapan. Sesungguhnya waktulah yang akan mengiringi semangat, tekad, sabar dan orientasi kepada dunia selain hujan, dunia selain hutan dan dunia selain kesulitan. Harapan itu Masih Ada.
...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar