Keinginan Untuk Berbuat Baik
...
Sebelum berangkat kerja seperti biasa kupersiapkan segala sesuatunya. Setelah membangunkan anak-anak, kubantu istri untuk memandikan dua buah hatiku yang harus pergi ke sekolah. Sementara anakku yang ketiga kubiarkan dulu terlelap hingga kakak-kakaknya telah mengenakan seragamnya. Merapihkan tugas-tugas kantor yang "terpaksa" di bawah ke rumah serta mengenakan seragam kantor yang kubeli sendiri, menjadi agenda pagiku. Tidak lupa "manasin" mesin motor yang kubeli dari aksi "over kredit" teman yang membutuhkan untuk operasi cesar istrinya. Dan terakhir, kumasukan tambang kecil ke dalam bagasi motor kesayanganku.
...
Kucium kening ketiga anakku sebagai tanda sang ayah sudah siap berangkat kerja. Kupastikan kedua anakku telah memperoleh nasehat yang terus aku ulang setiap pagi agar mereka konsentrasi dengan pelajaran yang disampaikan guru mereka. Sesaat kemudian meluncurlah aku dari sebuah perkampungan yang asri menuju kota tempat aku bekerja. Tidak terasa setiap hari aku menempuh 25-an kilometer untuk menuju tempat pengabdian dan "penghidupanku".
...
Hujan deras mengguyur dan ini telah berlangsung beberapa hari. Hujan juga tidak mengenal waktu, ia turun seseuai dengan kehendak Tuhan tanpa pernah kita ketahui secara pasti. Karena telah kupersiapkan segala sesuatunya, maka kukenakan semua perlengkapan "perlindungan" terhadap kondisi ini. Dan perjalanan rutin ini akhirnya berlanjut.
...
Di tengah perjalanan ada seorang pria paruh baya dengan keadaan yang payah mendorong sepeda motornya. Tenaganya banyak yang keluar seiring dengan kondisi jalan yang sedikit menanjak. Tanpa pikir panjang, kuhampiri dia dan kutanya "kenapa pak ?" "Mogok!" jawabnya singkat. "Boleh kubantu Pak ? kutawarkan sebuah bantuan kepadanya. "Oh tidak usah, sudah dekat kok bengkel di depan" Jawabnya lagi. "Baiklah Pak, Saya duluan " Kutinggalkan dia dengan perasaan heran karena aku tahu bengkel terdekat berjarak lebih dari 500-an meter ke depan.
...
Perjalanan kembali dilanjutkan dengan menembus hujan yang masih saja mengguyur wilayah selatan Jakarta ini. Perjalananku masih sekitar 15 kilometer lagi, saat kutemui seorang anak muda berjalan mendorong motornya yang mengalami masalah. Tubuhnya yang kecil, membuatnya harus mengeluarkan tenaga besar agar motor "gedenya" bisa berjalan. Akhirnya kudekati dia dan kutanya dia tentang apa yang terjadi, "Kehabisan bensin Pak !" jawabnya singkat ketika kutanya apa yang terjadi. Lalu kutawarkan bantuan kepadanya, setelah kupastikan bahwa SPBU terdekat berjarak sekitar satu kilometer ke depan.
...
Dengan wajah yang menunjukkan bahagia, dia mengangguk kepadaku. Maka dalam waktu yang relatif singkat kukeluarkan tambang kecil dari bagasi motorku dan kuikatkan di kedua motor. Sebuah kebahagiaan kecil menyeruak dalam hatiku, ketika kesempatan untuk berbuat baik berbuah dari niatan yang baik pula. Aku juga yakin tambang kecil yang kuikatkan di motornya, pasti merasakan kebahagiaan yang sama denganku. Dan dia akan terus berada dalam bagasi motorku hingga dia melakukan tugas mulia, jika sewaktu-waktu dibutuhkan.
...
Luar biasa Ami Bilal...
BalasHapusTambang kecil itu akan bernilai besar sekali dimata Allah, dan bagi orang2 yang pernah ditolongnya...
Salam buat Irma dan anak2
Wasalam
Sony