Soko Guru Yang Memudar
.
Pada tahun 1950-an, kita pernah mengenal sebuah koperasi yang sangat tangguh. Koperasi itu adalah GKBI (Gabungan Koperasi Batik Indonesia). Sisa-sisa kemegahannya, barangkali masih dapat dilihat dari sebuah gedung yang megah di Jalan Sudirman di Jakarta, yang dikenal sebagai Gedung GKBI. Namun, gedung itu sekarang (ibaratnya) menjadi sebuah monumen. Monumen yang menjadi saksi, bahwa GKBI pernah berjaya. Begitulah sebuah cuplikan berita yang dimuat sebuah harian nasional. Koperasi, warisan para peletak bangunan negara tercinta ini sekarang tidak lagi memiliki kekuatan yang patut diperhitungkan oleh komponen bangsa ini.
...
Seharusnya sektor perekonomian ini diselesaikan dari sisi infrastruktur juga. Jika pendidikan sudah ditata dengan sedemikian rupa, maka perekonomian rakyat-pun harus ditata pula. Dinas pendidikan dibuat strukturnya sampai tingkatb kecamatan bahkan ada gugus sekolah untuk memfasilitasi kemajuan tingkat sekolah, termasuk dibangunnya sekolah-sekolah di setiap sudut wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesi.
...
Pada akhirnya pemerintah juga perlu membentuka kantor koperasi ndi setiap kecamatan, termasuk memfasilitasi terbentuknya koperasi di setiap sudut wilayah Indonesia, atau minimla di tingkat Desa. Sehingga koperasi ini berperan dalam hal edukasi, fasilitasi, mediasi dan teknisi terhadap perkembangan perkonomian masyarakat di Akar rumput. Dengan begitu warisan agung soko guru perekonomian masyarakat bisa bermanfaat bagi rakyat yang terkesan selalu saja termarjinalkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar