Jumat, 09 Januari 2009

sosok7

Ku Tak Mau Tak
...
Berjudi sudah menjadi budaya masyarakat? sepertinya terlalu berlebihan untuk diungkapkan. Tetapi aktifitas ini sudah hal yang lumrah dilakukan di Kampung Iwul termasuk yang dilakukan oleh Sarta. Selalu saja ada alasan untuk melakukan aktifitas yang berprinsip "spekulasi untuk meraih keuntungan" ini. Pada kenyataannya tidak ada seorangpun diantara warga yang sebagian besar pengrajin tahu dan oncom ini, menjadi kaya karena bermain judi. Hal itu juga disadari oleh Sarta yang merupakan pengrajin oncom tertua di kampungnya.
...
Penghasilan Sarta membuat dan menjual oncom bisa mencapai 50 ribu hingga 75 ribu sehari, tentunya dia tidak mempertimbangkan tenaga kerja yang dilakukan Sarta dan anak istrinya. Penghasilan tersebut sudah cukup membuat keluarga ini mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari. Akan tetapi karena perjudianlah, ternyata pendapatan yang besar pun tak membuat perekonomian keluarganya menjadi baik. Karena keterlaluannya, hampir setiap kesempatan Sarta melakukan aktifitas yang dilarang Agama ini. Rumah, sawah, kebun, poskamling, lapangan bahkan dalam perjalan pulang dari pasar pun, aktifitas haram ini bisa dikerjakan.
...
Sebagaimana diketahui, Sarta dan teman-teman seprofesinya kebanyakan menjual tahu dan oncomnya ke pasar-pasar tradisional di Jabodetabek. Mereka secara bersamaan menyewa mobil bak terbuka untuk membawa barang dagangannya. Jika pulang dari pasar, maka di atas bak terbuka itulah kegiatan judi dilakukan. Aktifitas ini justru sangat ramai jika lebaran tiba dan ketika ada hajatan yang dilakukan salah satu warga. Semalam suntuk Sarta dan teman-temannya menggelar "ritual" penyakit masyarakat ini.
...
Tetapi itu dulu, sebelum tahun 2000 an. Hal tersebut mulai berubah ketika ada program pembinaan-pembinaan rutin dilakukan setiap minggunya. Tokoh Agama dengan pelan tapi pasti memberikan wacana tentang adanya aktifitas lain yang lebih bermanfaat dari hanya sekedar berjudi. Sarta akhirnya menyadari tentang kekhilafan yang ia kerjakan.
...
Keteladanan dan optimisme dari para penyeru kebenaran membuat Sarta luluh. Akhirnya dia memutuskan untuk tidak berjudi lagi, termasuk mengajak famili dan teman-temannya untuk meninggalkan perbuatan tersebut. Program pemberdayaan yang dia peroleh, semakin banyak memberi alternatif kegiatan yang lebih bermanfaat. Bahkan dengan memproduksi oncom, Sarta dapat memperbaiki rumah serta memiliki kendaraan baik motor maupun mobil yang biasa mengangkut para penjual tahu oncom ke pasar, Asal jangan berjudi di atas kendaraan, ku tak mau tak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar